KANDAHAR, (PRLM).- Seorang tentara Amerika Serikat tanpa alasan jelas menembaki warga sipil di Kandahar Selatan, Afghanistan, Minggu (11/3) dini hari.
Dalam kejadian tersebut dilaporkan 16 warga Afghanistan meninggal dunia. Namun jumlah ini masih simpang siur. Kantor Berita Reuters yang mengutip pernyataan Gubernur Kandahar Tooryalai Wisa menyebutkan jumlah warga yang tewas mencapai 16 orang. Terkait jumlah yang mati ini masih terus diselidiki karena ada yang menyebutkan, jumlah yang tewas kurang dari itu.
"Informasi awal menunjukkan kemungkinan 16 orang yang meninggal, tetapi kami masih belum tahu nama-nama yang yang meninggal itu," kata Tooryalai seraya menambahkan, pihaknya masih melakukan investigasi.
"Kami sudah kirimkan sebuah delegasi ke lokasi kejadian untuk mencari tahu bagaimana hal ini terjadi," ujarnya.
Wisa mengungkapkan, para korban yang terluka dan meninggal itu berasal dari dua desa, Alokozai dan Garrambai. Salah seorang pejabat negara Barat kepada AFP mengatakan bahwa tentara AS tersebut melakukan aksi kejinya itu pada dini hari itu, baru saja keluar dari markas militer.
"Lalu dia menembaki warga sipil dan setelah itu kembali ke barak dan langsung ditahan," kata pejabat yang asal negaranya tidak disebutkan itu. (A-133/A-108)***
dasline 11 Mar, 2012
-
Source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/180254
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
RSS Feed
Twitter
Facebook