BBC.CO.UK/"PRLM"
SAMIRA Ibrahim mengklaim dipaksa melakukan tes keperawanan oleh seorang dokter pria.*
KAIRO, (PRLM).- Pengadilan militer Mesir membebaskan seorang dokter tentara yang dituduh melakukan tes keperawanan paksa terhadap seorang pengunjuk rasa perempuan. Dokter Ahmed Adel dibebaskan dari tuduhan karena hakim menemukan kontradiksi dalam sejumlah pernyataan para saksi.
Seperti diberitakan kantor berita Mesir Mena, hakim memutuskan sesuai dengan bukti dokumen dan berdasarkan hati nuraninya Hakim juga menegaskan, masih menurut Mena, tidak berada di bawah tekanan apa pun saat memutuskan kasus ini.
Wartawan "BBC" di Kairo, Jon Leyne melaporkan sangat sulit untuk mempertahankan tuduhan perlakuan semena-mena polisi atau tentara terhadap para pengunjuk rasa selama revolusi Mesir.
Kasus ini dibawa ke meja hijau oleh Samira Ibrahim yang mengklaim tes keperawanan ini dilakukan saat mereka ditahan setelah melakukan unjuk rasa menggulingkan Mubarak tahun lalu. Samira dan sejumlah perempuan lainnya mengaku dipaksa melakukan tes keperawanan selama lima menit oleh seorang dokter laki-laki
Angkatan Bersenjata Mesir membantah telah terjadi praktik tes keperawanan. Namun Amnesti Internasional mengatakan seorang jenderal yang tidak mau disebut namanya mengaku kondisi itu memang terjadi.
Soal keputusan pengadilan, Samira Ibrahim melalui akun twitternya mengatakan putusan pengadilan itu mencemari kehormatan Mesir dan dia akan terus berjuang hingga hak-haknya dipenuhi negara.
Salah satu penyebab keputusan bebas ini karena salah satu saksi kunci yang diharapkan Samira akan memperkuat kasusnya justru mengubah pengakuannya di menit-menit terakhir.(bbc/A-147)***
anefcakep 12 Mar, 2012
-
Source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/180354
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
RSS Feed
Twitter
Facebook