KABUL, (PRLM).- Saat ini pasukan NATO di bawah pimpinan Amerika sudah menarik mundur semua penasihatnya dari pemerintahan Afghanistan usai dua pejabat Amerika beberapa lalu ditemukan tewas akibat ditembak rekan kerja mereka yang berkewarganegaraan Afghanistan.
Peristiwa penembakan terhadap dua pejabat AS ini terjadi hanya selang sehari usai insiden pembakaran Qur'an.
Berdasarkan data seperti dilansir Yahoo News, dari 60 tentara NATO yang tewas pada tahun ini, sebanyak 18 persen (atau satu dari lima tentara NATO) yang meninggal itu dibunuh oleh kolega kerja mereka warga Afghanistan.
Pasukan NATO yang dipimpin AS masih mempertahankan eksitensinya di Kandahar karena wilayah tersebut merupakan basis Taliban yang selama ini juga sering melakukan aksi teror terhadap pemerintahan Karzai. Otoritas NATO mengatakan, pasukannya masih berada di Kandahar untuk membantu keamanan dan mendukung pemerintahan Hamid Karzai. (A-133/A-89)****
ibeng 12 Mar, 2012
-
Source: http://www.pikiran-rakyat.com/node/180309
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
RSS Feed
Twitter
Facebook